11
Feb
10

APRRC

APRRC (Asia Pasific Regional Rotaract Conference) adalah rotaract conferens yg diadakan di asia pasifik. Confrence ini diadakan tiap tahun sekali. Conference yang ke 6 yang dilaksanakan di Singapore selama 3 – 4 hari. Biaya untukk mengikutinAPRRC ini biasanya sekitar US$200 (dalam Rupiah sekitar 2 juta rupiah). Conference yang ke 5 diadakan di Bali, dan tahun 2010 ini akan diadakan di Sydney, Australia.

Agenda APRRC antara lain : Pertemuan seluruh anggota Rotaract se-asia pasifik (14 negara), Pertemuan DRR (District Rotaract Representative), Joint club, Plenary sessions, dan Entertainment-culture show.

Selain APRRC, ada pula The Rotaract Preconvention, yang diorganised by Rotary International 2 hari setelah The Annual Rotary Convention. Biasanya di adakan pada bulan Juni dengan biaya sekitar US$100 untuk mengiikuti juga 4 hari Rotary Convention. Di Rotary Preconvention ini biasanya, diadakan penganugerahan buat project rotaract terbaik yang dinamakan The Outstanding Rotaract Project Award (cayoo kita Rotaract Phinisi buat project terbaik ^__^).

Adapula Interota (International Rotaract Conference). Conference ini scope-nya besar karena diikuti oleh seluruh Rotaractors se-dunia (wow,,cool). Pelaksanaannya selama 6 hari dan hanya sekali dalam 3 tahun. Tahun 2008 kemarin diadakan di Seoul dan untuk tahun 2010 ini Interota akan di adakan di Mesir dengan besar biaya sekitar US$500. Adapun agenda Interota yaitu workshop, project, plenary session, culture show dsb.

Itu sedikit tentang kegiatan APRRC dan kegiatan-kegiatan lain yang akan di adakan tahun ini, kita kembali ke Laptop eh kembali ke APRRC Singapore.

Pada APRRC di Singapore kemarin, delagasi Indonesia yang ikut sekitar 23 rotaractors dan dari Makassar ada 3 orang yaitu Rtr. Ika (president Rotaract Phinisi), Rtr. Eka dan Rtr. Risca. Dari hasil wawancara kami (para rotaractors yang tidak mengikuti) dari ketiga rotaractors Phinisi ini berikut adalah kisah perjalanan mereka (Rtr. Ika, Eka dan Riska) selama menghadiri APRRC di Singapore.

Sebelum ke Singapore, kami (Rtr. Ika, Eka dan Riska) terlebih dahulu singgah di KL selama 2 hari 2 malam dan di Host sama Rotaract Club Melawatti, Malaysia. Kami menginap di rumah Pres. Rtr. Velary dan Sue Ann. So, setibanya di LCCT (bandara kedua Malaysia untuk penerbangan Low-Cost airlaines), kami mengambil air-bus ke KLCC (Kuala Lumpur City Central) yang menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Dari KLLC, kami di jemput 3 members RAC Melawati, Malaysia dan langsung menuju tempat makan Nasi Kandar (makanan khas India-Malaysia,,,uenak ^_^). Kemudian, saya (Pres. Ika) menginap di rumah Rtr. Vel sedangkan Rtr. Eka dan Riska menginap di rumah Rtr. Sue Ann.

Keesokan paginya, kami diajak makan di oldtown café, lalu jalan-jalan ke little India dan Chinatown, lalu di ajak ke Petronas dan shooping di mall di gedung yang sama (mmmh sapa yah y belanjaannya paling banyak???!!??? Red.). kemudian, kami dinner di Resto Petronas di traktir oleh RAC Melawati (wah asyik neeh ^_^ Red.). Setelah dinner, kami di ajak kembali jalan2 keliling KL dan Klang yaitu daerah India sekitar 2 jam lamanya dan pulang dari Klang sekitar jam 2 pagi (cuapeek banget pastinya). Keesokan paginya, sekitar jam 6, kami pun diantar ke stasiun bus untuk berangkat ke Singapore.

Perjalanan ke Singapore sangat menyenangkan, karena bis yang kami tumpangi nyaman dan bisa nonton film (mmmh kesukaan Pres. Rtr Ika neeh ^_^ Red.). Perjalanan dari Malaysia ke Singapore menempur waktu 5 jam. Kami berhenti 2 kali di daerah perbatasan yaitu di kantor imigrasi Malaysia dan selang beberapa menit berhenti di kantor imigrasi Singapore untuk mencap paspor. Dan, akhirnya kami tiba di Singapore di pemberhentian bis yang namanya Novena.

Di Novena ini selain tempat pemberhentian bis, juga merupakan Mall dan stasiun kereta (MRT). Kami sempat kebingungan, bagaimana cara ke Orchard Road tempat penjeputan kami. Akhirnya, kami membeli sim card (singtel), peta Singapore dan tiket kereta api, sambil menenteng tas yang luar biasa banyaknya (hasil belanjaan di KL, Red.). Setelah sampai di stasiun kereta MRT bawah tanah, Rtc. Eka sempat kehilangan kartu MRT saat dicek oleh satpam India.

Dengan perjuangan dan tetesan keringat membawa tas yang luar biasa banyak plus berat, melewati 2 stasiun, dan tempat penjemputan yang diganti beberapa blok, akhirnya kami sampai di Orchard juga. And, alhasil penjemput kami mulai marah-marah karena mengetahui delagasi Indonesia yang lain belum datang tepat waktu (yah,,,kita kayaknya harus meniru budaya “ontime luar biasanya” orang Singapore, Red.). Ternyata, delagasi yang lain ada di apartement salah satu rotaractor Bali di daerah Bugis, dengan marah2 penjemput itu menjemput mereka (delagasi Indonesia yang lain Red.). Ternyata, mereka tidak ada yang siap untuk di jemput (OMG,,,!!!!???!! Red.), dari 20 orang yang akan di jemput hanya 10 orang yang berhasil naik ke bus.


Akhirnya, kami sampai di juga di Singapore Sport School (SSS) di woodland. Woodland itu ternyata daerah perbatasan Singapore dan Malaysia. Nah, di SSS ini tempatnya seperti Ragunan, sekolah atlet (ada kolam renang, lapangan dsb). Kebetulan saat itu sedang dilangsungkan olimpiade renang, jadi cukup ramai. Di SSS dibagi 2 blog (satu untuk cowok dan satu untuk cewek). Satu kamar terdapat 6 tempat tidur plus kipas angin dan kamar mandi serta ruang cuci pada ruangan yang sama. Karena saya (Pres. Rtr. Ika, Red.) merasa sangat capek, akhirnya memilih sekamar dengan rotaractors dari Indonesia lainnya yang umumnya president2 juga hehehehe (kemana Rtr. Eka dan Rtr. Riska???!!!??? Red.), ternyata mereka (Rtr. Eka dan Rtr. Riska, Red.) memilih sekamar dengan rotaractors dari Negara lain yang terletak di lt. 6. Di SSS ini, kunci kamar menggunakan sensor dan jika hilang sangatlah mahal biaya penggantinya.


Conference ini dimulai ONTIME, kami sempat stress karena perjalanan yang sangat melelahkan, namun kami dapat mengikutinya dengan baik.


Selama conference ini, kami berhasil menukar banner dari beberapa rotaract club dari berbagai Negara sebagai tanda persahabatan club.


Dan, RAC Phinisi juga mempunyai satu “sister club” di Filiphina (RAC Timog) selama 3 tahun, dimana sister club ini melakukan joint project di daerah masing2 dengan tema penghijauan dan akhir dari project kita akan saling mengirimkan berita dan akan memuat berita tersebut di Koran masing2. Selain sister club, ada pula “brother club” dengan RAC Bogor.


Begitulah kisah perjalanan ketiga rotaractors RAC Phinisi selama menghadiri APRRC di Singapore (ayo rotaractors yang lain,,,tahun depan kita ramaikan APRRC,,supaya punya cerita2 seperti ketiga rotaractors,,,ca yooo ^__^)

Advertisements

0 Responses to “APRRC”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Advertisements
February 2010
M T W T F S S
« Oct   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d bloggers like this: